.jpg)
Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi, SH, MHum, MBA, MH
Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi, SH, MHum, MBA, MH
Ledakan Penduduk dan Lingkungan Hidup Indonesia (dlm Dr.Hj. Marissa Haque Fawzi, SH, MHum, MBA, MH)
Ledakan Penduduk dan Lingkungan Hidup Indonesia (dlm Dr.Hj. Marissa Haque Fawzi, SH, MHum, MBA, MH)
Lagu "Hanya Satu Kamu": oleh Ikang Fawzi
Janji Setia & Cinta Ikang Fawzi untuk Marissa Haque Kekasihnya, 1985
Tampilkan postingan dengan label IPB Presiden SBY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPB Presiden SBY. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 Maret 2010
Procedural Fairness Pidana Illegal Logging di Indonesia: Marissa Haque (2)
.jpg)
Belum ingin menguji sejauh mana pemerintaha Rezim Presiden SBY terkait dengan seluruh prosedur hukum yang ada di Indonesia. Namun beberapa kolega hukunku dari UGM yang sekarang menempati posisi strategis dala pemerintahan kakak kelas/seniorku di IPB Bogor, saya yang juga adalah mahasiswa pasca sarjana di FEB-UGM merasa tergelitik juga untuk mengukurnya sebagai... to what extent/sejauh mana Presiden SBY melakukan kejujuran tak berpihak pada prosedur hukum dan penegakan hukum di Indonesia terkait dengan pembangunan berkelanjutan/sustainable development dibawah jargon Trilogi Pembangunan beliau yang berisi tiga elemen: (1) PRO POOR; (2) PRO JOB; (3) PRO GROWTH.
Kamis, 15 Oktober 2009
Saat Presiden SBY Terpana di IPB: Marissa Haque
Sumber: detiknews.com
Jakarta - Lantunan lagu berjudul "Hening karya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggema di Graha Widya Wisuda Institut Pertanian Bogor (IPB).
Jakarta - Lantunan lagu berjudul "Hening karya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggema di Graha Widya Wisuda Institut Pertanian Bogor (IPB).Selasa, 04/11/2008 15:29 WIB
Anwar Khumaini - detikNews
Lagu mendayu-dayu tersebut pun sebagai acara pamungkas acara Dies Natalis IPB yang ke-45.Puluhan penyanyi dari paduan suara IPB menyanyikan lagu SBY dengan sangat merdu. Tak kalah dengan Widi AB Three, pelantun lagu tersebut saat pertama kali disuguhkan kepada khalayak.
Sehingga tak heran, jika mata Ibu Ani Yudhoyono berbinar-binar saat menikmati sajian lagu ciptaan suaminya. Sesekali Ibu Ani tampak mengkuti bait demi bait yang dinyanyikan. Senyumnya terus mengembang.
Sementara Presiden SBY tidak begitu bereaksi saat lagu ciptaannya dinyanyikan. Dia malah terdiam kaku tanpa ekspresi. Namun terus memandang para pelantun.Suasana Graha Widya Wisudan pun hening, seperti judul lagu yang sedang dinyanyikan. Semua hadirin seakan-akan menikmati kata demi kata dalam lagu tersebut.
Tepuk tangan menggema dari para hadirin yang hadir dalam Dies Natalis IPB. Tak terkecuali Gebernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang duduk di sebelah Ibu Ani. Dari layar lebar, tampak sesekali Ahmad Heryawan mendiskusikan lagu tersebut dengan Ibu Ani.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY sempat menyatakan kebanggaannya sebagai Alumni IPB. Presiden SBY tercatat sebagai alumni IPB program doktor bidang ekonomi pedesaan. "Semoga nanti kalian (menunjuk para mahasiswa) bisa jadi menteri, atau seperti saya yang berdiri di sini sebagaio alumni IPB," ujar SBY bangga.
SBY menambahkan, para alumni IPB mulai dari para petani dan tukang cangkul di sawah hingga presiden pun ada. "Alumni IPB ada yang terjun di sawah dan ladang, penyanyi, penyair dan seperti saya (jadi presiden) yang banyak pekerjaan rumahnya," pungkasnya. (anw/irw)
Sekilas Presiden SBY
Jakarta - Nama : Susilo Bambang Yudhoyono
Tempat Tanggal Lahir : Pacitan, 9 September 1949
Agama : Islam
Istri : Ny Kristiani Herawati
Anak : (1) Agus Harimurti Yudhoyono; (2) Edie Bhaskoro Yudhoyono
Pendidikan:
(1) Akmil Magelang tahun 1973; (2) S2, Master of Art (MA) dari Management Webster University, AS: (3) S3, Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB)
Karir:
1996 - 1997 Pangdam II Sriwijaya
1997 - 1998 Kasospol ABRI
1999 - 2001 Menteri Pertambangan dan Energi
2001 - 2004 Menko Polkam
2004 - sekarang Presiden RI
Alamat:
Puri Cikeas Indah, Cibubur, Bogor
Begitu masuk level jenderal, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung menarik perhatian pengamat militer. Dia termasuk sedikit di antara jenderal TNI yang memiliki wawasan intelektual melampaui bidang yang ditekuninya. Tak heran, dulu ia kerap digolongkan sebagai jenderal intelektual.
Kecemerlangan wawasan lulusan terbaik Akmil 1973 ini mengantarnya dalam berbagai jabatan penting. Ia pernah menjadi Kasdam Jaya tatkala terjadi peristiwa 27 Juli 1996. Setelah itu, ia promosi menjadi Pangdam II Sriwijaya sampai akhirnya ditarik ke Mabes ABRI sebagai Kasospol dengan pangkat letjen.
Ketika Presiden Gus Dur berkuasa, SBY yang juga menantu Jenderal Sarwo Edhie Wibowo ini ditawari masuk kabinet sebagai Mentamben. Tawaran tersebut diterima yang di sisi lain, membuatnya terpaksa harus pensiun lebih cepat 5 tahun dari karir militernya.
Kerjasamanya dengan Presiden Gus Dur berlangsung tak lama. Setelah sempat mampir sebagai menkopolkam di tahun 2001, SBY kemudian diberhentikan oleh Gus Dur. Tapi begitu Gus Dur dilengserkan MPR, dan Megawati naik menjadi presiden, SBY kembali ditunjuk menjadi menkopolkam.
Kebersamaan dengan Megawati pun ternyata tak awet. Menjelang akhir masa pemerintahannya, SBY tak dilibatkan dalam beberapa pengambilan kebijakan pemerintahan. Uneg-uneg ini disampaikan kepada pers yang menyebabkan suami Megawati, Taufik Kiemas menyebutnya sebagai jenderal yang kekanak-kanakan. Tak dinyana justru sindiran ini melambungkan simpati publik pada SBY.
Pada pemilu 2004, SBY dengan kendaraan Parta Demokrat yang telah ia persiapkan sejak tahun 2001, SBY maju ke bursa capres bersama Jusuf Kalla (JK). Pasangan ini mendapat dukungan penuh dari PKS dan PBB. SBY-JK pun akhirnya memenangkan pemilihan presiden dalam 2 putaran setelah mengalahkan Megawati-Hasyim Muzadi dalam duel terakhir.
Selama menjadi presiden, banyak deraan menimpa SBY. Pada awal pemerintahannya, ada idiom SBY adalah presiden bencana karena banyaknya bencana alam yang menimpa Indonesia. Setelah itu berlanjut dengan krisis minyak yang memaksanya menaikkan harga premium dan solar. Meski demikian, SBY pun punya catatan sukses. Di masa pemerintahannya lah konflik Aceh terselesaikan, demikian pula dengan komitmen pemberantasan korupsi yang realisasinya jauh lebih bagus ketimbang presiden-presiden sebelumnya. (tbs/tbs)
Rabu, 14 Oktober 2009
Sebagai Ketua Bidang Perempuan di DPP MAI: Marissa Haque
DPP MAI: DEWAN PIMPINAN PUSAT MASYARAKAT AGROBISNIS DAN AGROINDUSTRI INDONESIAPress Release
Organisasi Masyarakat Agrobisnis dan Agriindustri Indonesia disingkat MAI adalah wadah organisasi profesi dan kewirausahaan yang menghimpun masyarakat Agrobisnis dan Agroindustri se Indonesia, senantiasa memelihara dan melestarikan persatuan dan kesatuan bangsa melalui kerjasama kemitraan dengan pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan dan seluruh kalangan masyarakat agraris Indonesia.
Organisasi Masyarakat Agrobisnis dan Agriindustri Indonesia disingkat MAI adalah wadah organisasi profesi dan kewirausahaan yang menghimpun masyarakat Agrobisnis dan Agroindustri se Indonesia, senantiasa memelihara dan melestarikan persatuan dan kesatuan bangsa melalui kerjasama kemitraan dengan pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan dan seluruh kalangan masyarakat agraris Indonesia.
Tujuan Organisasi Masyarakat Agrobisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) adalah berupaya untuk memasyarakatkan Agrobisnis dan Agroindustri diwilayah Republik Indonesia, menjadikan Agrobisnis dan Agroindustri sebagai komoditi unggulan Indonesia dan berupaya meningkatkan kesejahteraan dan menghasilkan devisa bagi negara.Untuk mencapai tujuan organisasi tersebut, Masyarakat Agrobisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) menyelenggarakan komunikasi dan kerjasama dengan berbagai kalangan baik perorangan, lembaga pemenerintah maupun swasta, meingkatkan mutu para anggota serta mengembangkan peningkatan Sumber Daya Manuasia (SDM) melalui kerjasama antar organisasi profesi baik di dalam maupun diluar negeri. Berperan aktif dalam kegiatan pengembangan pendidikan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka turut dalam memajukan perekonomian kerakyatan khususnya masyarakat Agrobisnis dan Agroindustri Indonesia dan menyelenggarakan kegiatan di bidang sosial ekonomi dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat.
Setelah melaksanakan deklarasi pada tanggal 16 Feburari 1999 lalu, yang bersamaan dengan acara pengukuhan pengurus DPP Masyarakat Agrobisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) oleh Menteri Pertanian Republik Indoensia, Bapak Soleh Solahudin, maka DPP MAI dalam waktu dekat akan melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama yang diharapkan akan menghasilkan program-program kerja yang baik, berkesinambungan dan dapat langsung menyentuh sendi-sendi permasalahan masyarakat agraris Indonesia terkini. Salah satu program utama yang akan digulirkan dalam waktu dekat ini adalah membentuk Badan Pemasaran Bersama Agrobisnis dan Agroindustri di Indonesia, menindak lanjuti kerjasama yang telah tertuang dalam nota kesepakatan (MOU) dengan Bank BNN 16 Februari lalu, disamping mengupayakan pendidikan dan pengetahuan Sumber Daya Manusia melalui sosialiasi buku-buku pertanian dan peternakan terbitan Kanisius ketengah-tengah lingkungan masyarakat.
Untuk itu organisasi Masyarakat Agrobisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) mengajak masyarakat luas petani, pelaku industri pertanian, pemerhati para pakar dan organisasi kemasyarakatan lain agar bergabung dalam organisasi ini untuk bersama-sama, bahu membahu membangung sebuah tahanan Indonesia baru, Indonesia yang agraris, sejahtera, adil dan makmur.
Label:
deptan,
IPB Presiden SBY,
MAI Marissa Haque,
pertanian
Dr. Herry Suhardiyanto Rektor IPB Termuda: Marissa Haque
Dr. Herry Suhardiyanto, Rektor IPB TermudaSumber: Ismoko Widjaja - Okezone
Senin, 3 Desember 2007 - 19:18 wib
BOGOR - Dr Ir Herry Suhardiyanto MSc akhirnya terpilih menjadi Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) periode 2007-2012. Dipimpin Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) Didik J Rachbini dan dihadiri Menteri Pendidikan Bambang Soedibyo, Herry berhasil mengungguli tiga kandidat lainnya."Pak Herry termasuk orang muda dan beberapa kalangan memang mengharapkan orang muda memimpin IPB," ujar Kepala Humas IPB Agus Lelana dalam perbincangannya dengan okezone, Senin (3/12/2007).
Menurut Agus, mantan Wakil II Rektor IPB yang masih berusia 48 tahun itu, berhasil meraup suara 65 persen lebih dari seluruh civitas akademika IPB. Dua kandidat yang berhasil lolos ke putaran terakhir yakni, Prof Dr Ir Dudung Darusman, MA dan Prof Dr Ir MA Chozin."Pak Herry diharapkan dapat meneruskan apa yang sudah ada. Tentu ditambahkan dengan kondisi-kondisi aktual. Sehingga, memang diperlukan adanya perubahan dan perbaikan," jelasnya. Rektor ke-13 IPB ini memang bukan rektor termuda sepanjang IPB berdiri. Sebelumnya, Prof Dr Ir Andi Hakim Nasution pada usia ke-40 sudah menjadi Rektor IPB periode 1978-1987. Jadi, Herry tepatnya adalah Rektor IPB termuda di masa kini atau selama hampir 20 tahun terakhir.
Berdasarkan informasi yang diterima okezone, doktor teknologi pertanian yang terpilih menjadi Rektor IPB itu akan melaksanakan lima program utama. Program kerja yang akan dilakukan ada yaitu, Pendidikan dan Kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kesejahteraan, peningkatan kapasitas, dan penguatan sistem manajemen kampus.(ism)
Langganan:
Postingan (Atom)
