Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi, SH, MHum, MBA, MH

Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi, SH, MHum, MBA, MH
Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi, SH, MHum, MBA, MH

Ledakan Penduduk dan Lingkungan Hidup Indonesia (dlm Dr.Hj. Marissa Haque Fawzi, SH, MHum, MBA, MH)

Ledakan Penduduk dan Lingkungan Hidup Indonesia (dlm Dr.Hj. Marissa Haque Fawzi, SH, MHum, MBA, MH)
Ledakan Penduduk dan Lingkungan Hidup Indonesia (dlm Dr.Hj. Marissa Haque Fawzi, SH, MHum, MBA, MH)

Lagu "Hanya Satu Kamu": oleh Ikang Fawzi





Janji Setia & Cinta Ikang Fawzi untuk Marissa Haque Kekasihnya, 1985







Marissa Haque Cover di Majalah Environment

Marissa Haque Cover di Majalah Environment
Meneliti Illegal Logging di Prov. Riau, 2006-2009

Respectable IPB, Bogor

Respectable IPB, Bogor
IPB, Bogor, Marissa Haque Fawzi, Program Doktor, 2009

Untukmu Indonesiaku

Untukmu Indonesiaku
Untukmu Indonesiaku, Marissa Haque Fawzi
Tampilkan postingan dengan label MAI Marissa Haque. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAI Marissa Haque. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2011

Pertimbangan Illahiyahku: Marissa Haque Fawzi

Jumat, 18 Maret 2011

Cukup Sekali di Pilkada, Kini Marissa Haque Bercita-cita Jadi Hakim MK bidang Hukum Bisnis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Marissa Haque menegaskan bahwa dirinya tidak akan terjun lagi dalam ajang pemilu kepala daerah (pilkada) di Banten. Menurut dia, keikutsertaannya dalam pilkada Banten beberapa waktu lalu cukup sebagai pembelajaran dalam hidupnya.

”Jadi saya ucapkan terima kasih kepada Pak Suhaemi mantan Kajati Banten yang telah mempercayai saya,” ujarnya “Mungkin waktunya kurang tepat,” tegas Marissa saat berkunjung ke kantor Republika di Jakarta Jumat (18/3)

Marissa menuturkan saat kini ia tengah berkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan studi S2 nya di UGM di dua fakultas, yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi Bisnis. ”Fokus saya saat ini ke situ,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan cita-cita besarnya saat ini adalah ingin berkarier sebagai hakim di Mahkamah Konstitusi (MK). ”Saya melihat di MK saat ini belum ada Ahli Hukum Bisnis. Sembilan hakim di MK adalah ahli Hukum Tata Negara, Hukum Pidana dan Hukum Perdata. Belum ada dari Hukum Bisnisnya, yang nantinya spesialisasi insya Allah pada Hukum Ekonomi Syariah,” ujar Marissa.

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Rep: Rahmat Santosa B

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/sengga…

Senin, 17 Januari 2011

Marissa Haque & Ikang Fawzi: Dari IPB menuju Indonesia untuk Pendidikan Rakyat di LP3I

Banyak Pekerjaan Namun Tetap Tuntut Ilmu

Tagged with: Ikang Fauzi LP3I

Sumber: http://www.bangkapos.com/2011/01/15/banyak-pekerjaan-tetap-tuntut-ilmu/

PEKANBARU, BANGKAPOS.com– Dihadapan ratusan wisudawan LP3I, Rocker kawakan Indonesia, Ikang Fauzi, berpesan, ke depan jangan ada lagi Indonesia mengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.

kleuarga-ikang-fawzi-marissa-haque“Jangan ada lagi kita mengirim TKI ke luar negeri. Kita bangsa besar dengan kemampuan luar biasa,” kata Ikang sebelum menghibur wisuda dan para undangan lainnya, Sabtu (15/1/2011).

Bagi peraih gelar MBA dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM) ini, walau bagaimanapun pekerjaan banyak, jangan lupa tetap menuntut ilmu.

“Saya saja masih ngamen dan menjalani usaha real estate. Tapi, tetap aja pendidikan tidak tertinggal,” kata peraih IPK 3,65 di UGM ini.

Bagi penyanyi yang mengorbit dengan lagu Preman ini mengatakan, banyaknya premanisme di Indonesia karena rusaknya sistem di Indonesia.

Bagi pencetus teori Property Tainment ini, enterpreneurship di kalangan anak muda Indonesia harus ditanamkan sejak dini. (Tribun Pekanbaru/Fakhrurrodzi)

Kamis, 13 Januari 2011

Ilmu dari IPB untuk Pelatihan UKM di Tasikmalaya bersama PT. Telkom, Koran Jurnas, Syamsudin Ch. Chaesy & Marissa Haque

ikang_fawzi_marissa_haque-kapanlagi_com_jpg

Manager Kandatel Tasikmalaya, Wahyudin kepada wartawan mengatakan, pelatihan digelar kantor pusatnya, dan jajarannya hanya menfasilitasi tempat serta peserta. Pada kegiatan ini selain berupa penyampaian materi pencerahan oleh sejumlah sumber kompeten, pihaknya mulai menyiapkan website bagi pelaku UKM sebagai ajang publikasi.

Selain beberapa tantangan lama masih mengungkungi pelaku industri UKM halnya, kemampuan SDM, inovasi produk dan akses pasar, Ketua Kadin Kota Tasikmalaya, Wahyu Tri Rahmadi, saat ditanya terpisah memaparkan, keterbatasan akses pelaku ini terhadap fasilitas promosi atau publikasi digital adalah bagian lain dari tantangan yang di harapkan ke depan terpecahkan.

“Karenanya, kita sangat apresiasif kegiatan serupa ini sebagai kepedulian yang diharapkan lebih komprehensif memenuhi kebutuhan solusi permasalahan yang dialami pelaku UKM,” ujar Wahyu. “Saya pun yakin, melalui layanan publikasi digital gratis, sangat besar artinya bagi kalangan UKM, produk-produk unggulan lokal kita-akan terpromosikan secara luas yang tentu artinya bagi kemajuan ekonomi masyarakat,” pungkas dia.

Pada pelatihan itu hadir imagineer N. Syamsuddin Ch. Haesy, sebagai motivator yang bersama imagineer Yus Ruslan Achmad memberikan materi Imagineering Mindset, Master trainer Ismeth Ali, Pemimpin Redaksi Jurnal Nasional Asro kamal Rokan, dan Marissa Haque. [nm]

Sumber: http://www.akarpadi.com/?p=1928

Sabtu, 19 Desember 2009

Bersama Mantan Purek 4 IPB, Bogor, Marissa Haque, Berikan Arahan Tentang Flu Burung


Senin, 14 November 2005 22:04

Kapanlagi.com - Publik Indonesia tentu sudah tak asing dengan sosok Marissa Haque, yang pada tahun '80-an dikenal sebagai bintang film muda yang ikut meramaikan jagat film nasional. Hingga akhirnya ia disunting rocker Ikang Fawzi, ia masih berkutat di dunia perfileman, sampai akhirnya "dipinang" sebuah partai politik dan bergabung di dalamnya sehingga sampai ia menjadi politisi di Senayan (Gedung DPR/MPR) sebagai anggota Komisi VIII DPR RI. Bersama sejawatnya Elviana dari Komisi X DPR-RI yang membidangi Pendidikan, Marissa Haque, belum lama ini bertandang ke Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengunjungi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB, di Kampus IPB Darmaga.

Lantas, apa gerangan yang dilakukan di FKH-IPB? Rupanya, sebagai ibu rumah tangga, Marissa Haque ternyata ikut risau dengan wabah flu burung yang terjadi di Indonesia. Pasalnya, dengan isu flu burung itu, tidak hanya peternak saja yang tertimpa musibah karena ada banyak jutaan unggas, khususnya ayam, yang mati karena serangan penyakit itu.

Namun akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang kemudian takut mengonsumsi ayam, padahal ayam adalah protein hewani yang dibutuhkan untuk kesehatan, dan harganya relatif terjangkau oleh masyarakat kebanyakan. Atas kondisi itulah, ia terpanggil untuk ikut berkampanye agar publik tidak takut makan ayam, terlebih bila ayam tersebut sehat dan tidak berpenyakit.

Karena itu, maksud kunjungannya ke FKH-IPB adalah bertemu ahli dan pakar yang berkompeten untuk membahas masalah flu burung, serta berupaya menyosialisaikan kepada masyarakat agar tidak terlalu berlebihan dalam menanggapinya.

"Makan ayam itu aman, jika dimasak dengan panas 80 derajat Celcius dengan lama minimal 5 menit, bakteri dan segala penyakit termasuk virusnya akan mati. Jangan sampai tidak makan ayam. Kita tahu jika tidak makan daging kita akan menjadi bangsa yang terbelakang mungkin menjadi idiot," katanya kepada para wartawan di Laboratorium Patologi FKH-IPB. Menurut dia, kejadian flu burung yang marak diberitakan oleh media massa perlu diwaspadai, karena mungkin menyangkut pertahanan dan keamanan negara Indonesia.

"Saya sebagai perempuan dan juga ibu rumah tangga serta juga sebagai mahasiswa IPB (saat ini Marissa Haque sedang studi S-3 di IPB-red) melihat hal ini sebagai ancaman bagi pertahanan dan keamanan kita."
"Jadi, pertahanan bukan hanya membeli senjata seperti rudal, peluru dan lain-lain. Namun bisa juga menyangkut pangan, yang hakiki bisa mempengaruhi rumah tangga, di mana di dalamnya terdapat sanak famili dan keluarga, yang berkembang menjadi suatu bangsa," katanya.
Dekan FKH-IPB Dr drh Heru Setijanto pun membenarkan pernyataan itu dengan menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir berlebihan tentang flu burung. "Benar, kita perlu waspada, tapi jangan berlebihan, dan mari kita luruskan," katanya.

Menurut dia, terdapatnya wabah flu burung di sana-sini sifatnya sporadis, dan itu menjadi konsekuensi yang harus diterima, karena hal itu sedang menjadi endemis di Indonesia.
"Memang wabah flu burung ini terkadang muncul di suatu daerah, namun demikian dari sisi hewan cukup terkendali. Buktinya dari tahun 2004 hingga 2005 tidak ada lagi wabah yang besar-besaran seperti akhir 2003 dan awal 2004 itu," katanya. (*/bun)

Marissa Haque & Dr. Asep Saefudin bersama Laboratorium Patologi FKH-IPB

Marissa Haque: Jangan Takut Makan Ayam!


http://202.146.5.33/gayahidup/news/0511/15/123900.htm

K0mpas Cyber Media

Kasus flu burung yang melanda negeri ini rupanya tak membuat Marissa Haque, mantan bintang film yang kini jadi anggota dewan itu, gentar. Ia belakangan bahkan getol berkampanye agar masyarakat tak usah takut dengan makan ayam.

Belum lama ini, Marisa Haque bertandang ke Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengunjungi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB, di Kampus IPB Darmaga. Di sana ia bertemu para ahli yang berkompeten untuk membahas masalah flu burung.

Modal informasi inilah yang kemudian diharapkan bisa turut menyosialisaikan kepada masyarakat agar tidak terlalu berlebihan dalam menanggapi kasus flu burung.

Diakui Icha, begitu ia akrab disapa, kasus flu burung memberi dampak terhadap banyak pihak. "Lihat saja, karena kasus itu, banyak orang yang ogah makan ayam. Inilah yang kemudian banyak para peternak ayam yang usahanya mulai keteteran," katanya.

Kondisi inilah yang kemudian menggerakkan niat Icha untuk ikut berkampanye agar publik tidak takut makan ayam, terlebih bila ayam tersebut sehat dan tidak berpenyakit. "Jangan khawatir. Masyarakat jangan terlalu berlebihan dalam menanggapinya," ujarnya di Laboratorium Patologi FKH-IPB.

Yang terpenting dalam hal ini, lanjut Icha, masyarakat, terlebih ibu-ibu rumah tangga, agar memasak ayam dalam kondisi yang matang. "Makan ayam itu aman, jika dimasak dengan panas 80 derajat Celcius dengan lama minimal 5 menit, bakteri dan segala penyakit termasuk virusnya akan mati. Jangan sampai tidak makan ayam, loh," kata istri rocker Ikang Fawzi itu berpromosi.

Menurut dia, kejadian flu burung yang marak diberitakan oleh media massa perlu diwaspadai, karena mungkin menyangkut pertahanan dan keamanan negara Indonesia.

"Saya sebagai perempuan dan juga ibu rumah tangga serta juga sebagai mahasiswa IPB (saat ini Marissa Haque sedang studi S-3 di IPB-Red) melihat hal ini sebagai ancaman bagi pertahanan dan keamanan kita," ujar Icha.

"Jadi, pertahanan bukan hanya membeli senjata seperti rudal, peluru dan lain-lain. Namun bisa juga menyangkut pangan, yang hakiki bisa mempengaruhi rumah tangga, di mana di dalamnya terdapat sanak famili dan keluarga, yang berkembang menjadi suatu bangsa," paparnya.

Minggu, 29 November 2009

Ekonomi Syariah bagi Pembangunan HTR: Marissa Haque*

Ekonomi Syariah bagi Pembangunan HTR: Marissa Haque*

Membaca kembali berita di Kompas tertanggal 16 Oktober 2009 lalu, terkait dengan perolehan permodalan terkait dengan keinginan membangun hutan tanaman rakyat membuat hati ini harap-harap cemas. Setelah berbagai kesulitan terkait dengan sumber pembiayaan dalam negeri saat lalu ditambah lagi dengan keberadaan kasus pidana Bank Century sampai-sampai menimbulkan sebuah frasa dan diksi baru yaitu ‘Cicak vs Buaya.’ Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan di Dephut menyatakan telah menyediakan dana Rp 840 Miliar untuk untuk Hutan kredit Tanaman Rakyat in oleh Koperasi atau Kelompok Tani (Gapoktan).

Kepala Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (P3H) di Dephut Deny Kustiawan pada tanggal 15 Oktober 2009 lalu menerangkan lebih jauh bahwa telah tercatat ada 2 (dua) pemegang izin HTR (Hutan Tanaman Rakyat) yang telah mengajukan diri tertarik pada pinjaman dengan sumber pembiayaan Dephut tersebut, yaitu: (1) Sumatra Utara; dan (2) Maluku Utara.
P3H ini sendiri sekarang tengah mengelola dana Reboisasi sebesar Rp 1,4 Trilyun,-, dimana sebagian dari dana tersebut digunakan untuk kredit pembangunan HTR, dan sebagian lagi sebesar Rp 560 Milyar,- untuk HTR (hutan tanaman industri.) Teknis pengajuannya adalah dengan mengajukan kredit tersebut kepada Bupati diwilayah kompetensi kerjanya masing-masing. Dengan teknis sebagai berikut: (1) Bupati menerbitkan cadangan kawasan hutan produksi utnuk HTR atas nama kelompok tani ataupun koperasi; selanjutnya (2) Menhut menerbitkan izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu HTR.

Konsep kerja dari sistem pembiayaan ini dibangun berdasarkan prinsip kerja “kemitraan.” Dimana petani/gapoktan boleh menggandeng/digandeng oleh para pihak lain untuk mmbangun HTR tersebut. Roni Syaefulah dari Direktorat Bina Pengembangan Hutan Tanaman, Dephut menerangkan lebih lanjut bahwa dengan swadaya artinya para petani.gapoktan membangun sendiri, dan pola pengembangan dimaksukan bahwa investor membangun HTR lalu menjualnya melalui P3H. kemudian masyarakat mengangsur pembayaran melalui P3H.

Jemput Bola Ekonomi Syariah
MES (Maysarakat Ekonomi Syariah) secara sangat jeli melihat kesempatan terbuka bagi sektor pembiayaan HTR ini sebagai salah satu bidang sosialisasi sistem bagi hasil berbasis ilmu ekonomi Islam dimana sektor ekonominya memiliki underlying asset yang nyata harus dapat memanfaatkan peluang potensi pembiayaan pemangunan HTR tersebut. Menurut Sekjen Asosiasi Ahli Ekonomi Islam Agustianto, pinjamaan dengan pola pembiayaan syariah dimana pemilik modal dan pekerja membagi resiko usaha dukup adil untuk dijalankan didalam bisnis HTR ini. Jadi tunggu apa lagi? Tinggal MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) melalui Ketum dan atau Sekjennya dapat pro aktif menjemput bola dengan mengadakan pendekatan kepada para instansi terkait, antara lain: (1) Dephut melalui Menteri Kehutanan; (2) Kemnekop-UKM melalui Menkop-UKM; (3) Bank Indonesia memalui Deputy Pembiayaan Syariah, dan lain sebaginya.

* Marissa Haque Fawzi
Ketua Bidang Sosialisasi MES (Masyarakat Ekonomi Syariah)

Rabu, 14 Oktober 2009

Sebagai Ketua Bidang Perempuan di DPP MAI: Marissa Haque

DPP MAI: DEWAN PIMPINAN PUSAT MASYARAKAT AGROBISNIS DAN AGROINDUSTRI INDONESIA

Press Release
Organisasi Masyarakat Agrobisnis dan Agriindustri Indonesia disingkat MAI adalah wadah organisasi profesi dan kewirausahaan yang menghimpun masyarakat Agrobisnis dan Agroindustri se Indonesia, senantiasa memelihara dan melestarikan persatuan dan kesatuan bangsa melalui kerjasama kemitraan dengan pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan dan seluruh kalangan masyarakat agraris Indonesia.

Tujuan Organisasi Masyarakat Agrobisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) adalah berupaya untuk memasyarakatkan Agrobisnis dan Agroindustri diwilayah Republik Indonesia, menjadikan Agrobisnis dan Agroindustri sebagai komoditi unggulan Indonesia dan berupaya meningkatkan kesejahteraan dan menghasilkan devisa bagi negara.

Untuk mencapai tujuan organisasi tersebut, Masyarakat Agrobisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) menyelenggarakan komunikasi dan kerjasama dengan berbagai kalangan baik perorangan, lembaga pemenerintah maupun swasta, meingkatkan mutu para anggota serta mengembangkan peningkatan Sumber Daya Manuasia (SDM) melalui kerjasama antar organisasi profesi baik di dalam maupun diluar negeri. Berperan aktif dalam kegiatan pengembangan pendidikan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka turut dalam memajukan perekonomian kerakyatan khususnya masyarakat Agrobisnis dan Agroindustri Indonesia dan menyelenggarakan kegiatan di bidang sosial ekonomi dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat.

Setelah melaksanakan deklarasi pada tanggal 16 Feburari 1999 lalu, yang bersamaan dengan acara pengukuhan pengurus DPP Masyarakat Agrobisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) oleh Menteri Pertanian Republik Indoensia, Bapak Soleh Solahudin, maka DPP MAI dalam waktu dekat akan melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama yang diharapkan akan menghasilkan program-program kerja yang baik, berkesinambungan dan dapat langsung menyentuh sendi-sendi permasalahan masyarakat agraris Indonesia terkini.

Salah satu program utama yang akan digulirkan dalam waktu dekat ini adalah membentuk Badan Pemasaran Bersama Agrobisnis dan Agroindustri di Indonesia, menindak lanjuti kerjasama yang telah tertuang dalam nota kesepakatan (MOU) dengan Bank BNN 16 Februari lalu, disamping mengupayakan pendidikan dan pengetahuan Sumber Daya Manusia melalui sosialiasi buku-buku pertanian dan peternakan terbitan Kanisius ketengah-tengah lingkungan masyarakat.

Untuk itu organisasi Masyarakat Agrobisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) mengajak masyarakat luas petani, pelaku industri pertanian, pemerhati para pakar dan organisasi kemasyarakatan lain agar bergabung dalam organisasi ini untuk bersama-sama, bahu membahu membangung sebuah tahanan Indonesia baru, Indonesia yang agraris, sejahtera, adil dan makmur.

Yellow Margot

Yellow Margot
Fokus IPB, Biologi dan Sosial, Marissa Haque Fawzi, Program Doktor Lingkungan Hidup, 2009

Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi, Mengamati Alam Meracik Model Sistem Lingkungan untuk Indonesia

Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi, Mengamati Alam Meracik Model Sistem Lingkungan untuk Indonesia
Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi, Mengamati Alam Meracik Model Sistem Lingkungan untuk Indonesia

Modelling Grid of Earth

Modelling Grid of Earth
Modelling Grid of BUMI

Alur Ekologis

Alur Ekologis
Alur Ekologis, PSL, IPB,Marissa Haque

Alur Ekosistem

Alur Ekosistem
Alur Ekosistem

Sempat Mendukung Program Dekan Pasca IPB, Bogor

Sempat Mendukung Program Dekan Pasca IPB, Bogor
Marissa, Haque, Bapak Ismet (Bupati Kab.Tangerang/Pamannya Ikang Fawzi), Dekan Pasca Sarjana IPB, in UMKM Introduction for Mauk in Banten, 2006

Species Dilindungi Toco Toucan

Species Dilindungi Toco Toucan
Marissa Haque, Penggemar Toco Toucan

Catatan Pemekaran Wilayah Indonesia

Catatan Pemekaran Wilayah Indonesia
Politik Indonesia & Laju Kecepatan Kerusakan Lingkungan Hidup